Ustadz Dr. Awaluddin Faj, M.Pd : Menempa Jiwa Kepemimpinan Santri di Primago
Pembukaan Laskar Langit Leadership Camp – Aula Fananie Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago sore itu dipenuhi semangat para santri muda. santri yang berasal dari Gontor dan Primago berkumpul, menanti dimulainya acara yang telah mereka tunggu: Pembukaan Laskar Langit Leadership Camp 2025.
Suasana kegiatan penuh kekhidmatan sejak awal. Dengan hangat, MC Erwan Nur Maulid Herdian salah satusantri Penerima Beasiswa Pendidikan memandu jalannya acara. Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Najman Ali Haniah semakin menguatkan ruh spiritual, membuat setiap peserta merasakan bahwa momen ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan langkah awal menuju perjalanan besar: perjalanan menempa jiwa kepemimpinan.
Kepemimpinan Adalah Proses, Bukan Hadiah Instan
Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Dr. Awaluddin Faj, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh makna yang menancap dalam hati para peserta.
Beliau menegaskan bahwa hadirnya para santri di kegiatan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sudah menjadi bagian dari takdir Allah SWT.
“Pertemuan ini bukan kebetulan, tapi sudah termaktub dari sebelum-sebelumnya. Kita mengikuti kegiatan ini karena Allah SWT,” ujarnya.
Lebih jauh, Dr. Awaluddin menekankan bahwa kepemimpinan tidak lahir dalam sekejap. Menjadi pemimpin adalah hasil dari proses panjang, pembelajaran, serta kesempatan untuk mengemban tanggung jawab kecil yang kelak membentuk pola pikir besar.

“Setiap masa ada tokohnya dan setiap tokoh ada masanya. Menjadi pemimpin itu bukan tiba-tiba, tapi dibentuk. Ketika diberikan tanggung jawab sebagai ketua kamar, ketua kelas, tanpa kita sadari itu membentuk pola pikir kepemimpinan,” tegasnya.
Pesan ini seakan menjadi pengingat bahwa tanggung jawab kecil bukanlah hal sepele. Justru, di situlah fondasi kepemimpinan sedang ditempa.
Mengikat Hati dengan Pesantren
Tidak hanya menekankan tentang kepemimpinan, Dr. Awaluddin juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dengan penuh semangat. Baginya, kehadiran mereka adalah tanda keterikatan hati dengan pesantren.
“Kita sama-sama belajar dan memahami bagaimana menjadi pemimpin. Terima kasih untuk yang sudah hadir dan semoga hatinya terus terikat dengan Primago,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia meminta doa dari seluruh peserta dan hadirin agar pesantren ini terus berkembang, semakin besar, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
“Doakan pesantren ini bisa lebih berkembang, lebih besar, dan juga memberikan manfaat,” tambahnya penuh harap.
Leadership Camp: Ruang Belajar Kepemimpinan
Laskar Langit Leadership Camp 2025 bukan sekadar pertemuan rutin. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar kepemimpinan, tempat santri muda berlatih membangun mental tangguh, pola pikir strategis, serta karakter pemimpin yang amanah.
Selama tiga hari dua malam, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan mulai dari pelatihan, diskusi, simulasi kepemimpinan, hingga kegiatan kebersamaan yang menguatkan solidaritas. Semua rangkaian ini dipersiapkan dengan matang oleh panitia, demi menghadirkan pengalaman yang membekas seumur hidup.
Camp ini seolah menjadi miniatur kehidupan: penuh tantangan, kerja sama, dan kesempatan untuk memimpin maupun dipimpin. Dari sanalah peserta belajar bahwa kepemimpinan tidak bisa dipisahkan dari rasa tanggung jawab dan keikhlasan.
Pemimpin Dibentuk Sejak Dini
Pesan inti yang berulang kali ditegaskan dalam pembukaan ini adalah bahwa kepemimpinan tidak datang tiba-tiba. Anak-anak dan remaja perlu dibiasakan dengan tanggung jawab kecil sejak dini.
Menjadi ketua kelas, ketua kamar, atau sekadar memimpin kelompok kecil dalam diskusi—semuanya adalah bentuk latihan kepemimpinan yang bernilai besar. Tanggung jawab-tanggung jawab kecil inilah yang tanpa sadar melatih mental, menumbuhkan rasa percaya diri, serta melatih kepekaan sosial seorang calon pemimpin.
Dr. Awaluddin menutup sambutannya dengan doa agar setiap peserta menjadikan kesempatan ini sebagai pengalaman berharga. Ia percaya, dari kegiatan seperti ini akan lahir generasi baru yang siap membawa manfaat besar bagi bangsa dan agama.
Menghidupkan Harapan di Tengah Generasi Muda
Atmosfer pembukaan Laskar Langit Leadership Camp 2025 menunjukkan satu hal: semangat anak-anak muda untuk belajar memimpin masih sangat tinggi.
Mereka hadir dengan antusias, siap menyerap ilmu dan pengalaman. Ada yang mungkin baru pertama kali merasakan atmosfer camp, ada pula yang sudah terbiasa dengan kegiatan serupa. Namun semuanya sepakat, kegiatan ini bukan hanya tentang bermain atau berkumpul, melainkan tentang belajar menjadi pemimpin sejati.
Lebih dari Sekadar Camp
Bagi Gerakan Ayo Peduli Sesama, camp ini adalah bentuk nyata dari komitmen mencetak generasi unggul. Bagi peserta, ini adalah investasi diri yang tak ternilai.
Leadership Camp mengajarkan bahwa kepemimpinan bukanlah soal jabatan, melainkan soal tanggung jawab, pengorbanan, dan keikhlasan.
Kegiatan ini juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin sejati lahir dari proses panjang: belajar, berjuang, dan menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Ajakan untuk Terlibat
Melihat besarnya manfaat dari kegiatan ini, tentu muncul harapan agar lebih banyak pihak yang mendukung program-program pendidikan seperti Laskar Langit Leadership Camp.
Dengan dukungan donatur, relawan, dan masyarakat luas, kegiatan ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak muda.
Anda pun bisa mengambil bagian dalam perjalanan ini. Dukung santri dan generasi muda untuk terus belajar kepemimpinan, agar mereka kelak siap menjadi pemimpin yang amanah dan membawa manfaat bagi bangsa.
👉 Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi melalui WhatsApp 0813-1506-4080 atau kunjungi website resmi ayopedulisesama.com.
✍️ Penutup
Pembukaan Laskar Langit Leadership Camp 2025 yang diadakan Gerakan Ayo Peduli Sesama di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago bukan hanya acara seremonial. Ia adalah momentum berharga, tempat benih-benih kepemimpinan ditanam dan disiram.
Dengan sambutan penuh makna dari pimpinan pesantren, serta kehadiran peserta yang antusias, kegiatan ini membuktikan bahwa masa depan kepemimpinan bangsa tengah dipersiapkan dengan serius.
Dari Primago, lahirlah harapan baru: generasi muda yang siap memimpin, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk umat, bangsa, dan dunia.
