Donasi Buku “Sejuta Buku Sejuta Impian”, Gerakan Ayo Peduli Sesama Dukung Literasi Siswa SDN Cibereum 1 Bogor
TEMPAT DONASI BUKU BEKAS — Sebuah buku dapat menjadi pintu menuju dunia yang lebih luas. Dari halaman-halamannya, anak-anak mengenal tempat yang belum pernah dikunjungi, mempelajari hal-hal baru, dan membayangkan masa depan yang sebelumnya belum pernah terlintas dalam pikiran. Bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan dasar, buku bukan sekadar bahan bacaan, melainkan salah satu jembatan untuk memperluas pengetahuan dan menumbuhkan impian.
Semangat itulah yang melandasi kegiatan donasi buku bertajuk “Sejuta Buku Sejuta Impian” yang dilaksanakan oleh Gerakan Ayo Peduli Sesama pada Rabu, 14 Oktober 2026, di SDN Cibereum 1, Kota Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan literasi perpustakaan sekolah sekaligus membantu menyediakan bahan bacaan bagi para siswa dan siswi. Melalui penyaluran donasi buku tersebut, Gerakan Ayo Peduli Sesama berharap anak-anak memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengenal berbagai pengetahuan, mengembangkan rasa ingin tahu, dan membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Bagi SDN Cibereum 1, bantuan buku ini menjadi dukungan yang relevan dengan kebutuhan perpustakaan. Pihak penerima berharap buku-buku yang disalurkan dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dan membantu memperkaya sumber bacaan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Terkadang, sebuah buku yang sampai ke tangan anak yang tepat dapat menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam belajar, bertumbuh, dan meraih cita-cita.
Donasi Buku untuk Sekolah, Langkah Nyata Mendukung Literasi Anak
Literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam proses pendidikan. Kemampuan membaca bukan hanya membantu anak memahami pelajaran, melainkan juga membuka kesempatan untuk mengenal gagasan, memahami lingkungan, dan membangun cara berpikir yang lebih luas.
Di tengah perkembangan teknologi dan semakin beragamnya sumber informasi, buku tetap memiliki tempat tersendiri dalam dunia pendidikan. Buku dapat menjadi sarana belajar yang membantu anak mengenal pengetahuan secara bertahap, sesuai dengan usia dan tingkat pemahamannya.
Karena itu, keberadaan perpustakaan sekolah tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi buku. Perpustakaan juga dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi minat, menemukan bacaan yang disukai, dan membangun kebiasaan belajar secara mandiri.
Namun, agar fungsi tersebut berjalan optimal, perpustakaan membutuhkan koleksi bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh para siswa. Ketersediaan buku menjadi salah satu unsur yang mendukung kegiatan literasi di sekolah.
Melalui program “Sejuta Buku Sejuta Impian”, Gerakan Ayo Peduli Sesama berupaya mengambil bagian dalam mendukung kebutuhan tersebut. Donasi buku yang disalurkan kepada SDN Cibereum 1 diharapkan dapat membantu memperkaya koleksi perpustakaan dan memberikan tambahan sumber bacaan bagi peserta didik.
Bantuan ini bukan hanya berkaitan dengan jumlah buku yang diterima. Lebih dari itu, donasi tersebut membawa pesan bahwa kebutuhan pendidikan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama yang dapat didukung melalui berbagai bentuk kontribusi.
Sebab, kesempatan untuk belajar dan memperoleh pengetahuan semestinya terus diperluas. Ketika sekolah memiliki akses terhadap bahan bacaan yang memadai, anak-anak mempunyai peluang lebih besar untuk menjelajahi berbagai pengetahuan, baik yang berkaitan langsung dengan pelajaran maupun yang menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia.
SDN Cibereum 1 Bogor Menerima Dukungan untuk Perpustakaan Sekolah
Pelaksanaan donasi buku di SDN Cibereum 1, Kota Bogor, menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kebutuhan literasi di lingkungan pendidikan dasar.
Pihak penerima dalam kegiatan ini diwakili oleh Dewanti Anggia Ayu. Donasi tersebut ditujukan untuk mendukung literasi perpustakaan sehingga buku-buku yang disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sumber belajar bagi para siswa dan siswi.
Bagi sebuah sekolah, perpustakaan memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Di tempat itulah anak-anak dapat berkenalan dengan berbagai jenis bacaan, memperluas kosakata, serta membangun pemahaman tentang beragam hal yang belum tentu mereka temukan dalam kegiatan belajar di kelas.
Koleksi buku yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik juga dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih beragam. Anak-anak tidak hanya memperoleh informasi dari penjelasan guru, tetapi juga dapat mengembangkan rasa ingin tahu melalui kegiatan membaca.
Dalam konteks tersebut, bantuan buku menjadi dukungan yang memiliki potensi manfaat jangka panjang. Buku yang tersedia di perpustakaan dapat dibaca secara bergantian oleh banyak siswa. Dengan demikian, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang penerima, tetapi berpotensi menjangkau lebih banyak anak selama buku tersebut dirawat dan digunakan dengan baik.
Harapan terhadap donasi ini pun disampaikan oleh pihak penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi anak-anak, terutama karena kehadiran buku sangat membantu kebutuhan perpustakaan SDN Cibereum 1.
Harapan itu memperlihatkan bahwa bantuan yang sesuai dengan kebutuhan penerima memiliki arti tersendiri. Ketika sebuah donasi menjawab kebutuhan nyata di lapangan, manfaatnya dapat dirasakan dalam kegiatan sehari-hari.
Bagi para siswa, tambahan bahan bacaan dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih banyak cerita, informasi, dan pengetahuan. Bagi sekolah, bantuan tersebut menjadi dukungan dalam mengembangkan lingkungan belajar yang mendorong kebiasaan membaca.
Dari sinilah donasi buku menemukan maknanya. Bantuan tersebut bukan sekadar penyerahan barang, melainkan bagian dari upaya mendukung tersedianya sarana yang membantu anak-anak belajar dan berkembang.
Pihak Penerima Apresiasi Proses Donasi yang Berjalan Cepat
Selain manfaat yang diharapkan dari buku-buku yang disalurkan, proses penyaluran bantuan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan sosial.
Dewanti Anggia Ayu selaku pihak penerima menyampaikan kesan positif terhadap proses pengajuan bantuan hingga pengantaran. Menurutnya, proses tersebut berjalan dengan cepat.
“Alhamdulillah prosesnya dari mulai pengajuan sampai pengantaran berjalan cepat,” demikian kesan yang disampaikan pihak penerima.
Pengalaman tersebut menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program donasi. Bagi sekolah atau lembaga yang membutuhkan bantuan, proses yang jelas dan tidak berbelit-belit dapat membantu memperlancar pemenuhan kebutuhan yang diajukan.
Pelayanan yang baik juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang sehat antara lembaga sosial dan penerima manfaat. Komunikasi yang berjalan dengan baik, proses pengajuan yang tertata, serta penyaluran yang sesuai dengan kebutuhan merupakan unsur yang mendukung keberlangsungan program sosial.
Dalam kegiatan donasi, kepercayaan memiliki peran besar. Penerima perlu mengetahui bagaimana proses bantuan berlangsung, sedangkan pihak penyalur perlu memastikan bahwa amanah yang diberikan dapat disampaikan kepada pihak yang membutuhkan.
Karena itu, kegiatan donasi buku seperti ini bukan hanya tentang hasil akhir berupa penyerahan bantuan. Ada proses koordinasi, komunikasi, dan pelayanan yang turut menentukan pengalaman penerima manfaat.
Kesan positif dari pihak SDN Cibereum 1 menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui pelayanan yang responsif. Niat baik akan semakin berarti ketika disertai pelaksanaan yang tertata dan memperhatikan kebutuhan pihak penerima.
Gerakan Ayo Peduli Sesama berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh dalam berbagai kegiatan sosial berikutnya sehingga semakin banyak sekolah, komunitas, dan kelompok masyarakat yang memperoleh dukungan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Direktur Gerakan Ayo Peduli Sesama Dorong Tumbuhnya Harapan melalui Donasi Buku
Direktur Gerakan Ayo Peduli Sesama, Mohamad Farhan Hidayat, S.Pd., memandang kegiatan donasi buku “Sejuta Buku Sejuta Impian” sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak. Dukungan terhadap literasi perlu terus diupayakan agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan untuk belajar, membaca, dan mengembangkan cita-cita.
Dalam kegiatan ini, donasi buku tidak hanya dimaknai sebagai penyaluran barang, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk membantu menyediakan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh para siswa.
“Bagi kami, donasi buku bukan hanya tentang menyerahkan bahan bacaan, tetapi juga tentang menghadirkan kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal lebih banyak pengetahuan dan membangun impian mereka. Kami berharap buku-buku yang disalurkan ke SDN Cibereum 1 dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa dan menjadi bagian dari tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah,” ujar Mohamad Farhan Hidayat.
Farhan juga berharap kepedulian terhadap pendidikan dapat melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari individu, komunitas, hingga lembaga dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut penting agar bantuan dapat menjangkau penerima manfaat yang membutuhkan.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah dan keluarga. Masyarakat pun memiliki ruang untuk mengambil bagian, baik melalui donasi buku, dukungan perlengkapan belajar, maupun kontribusi lain yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, Gerakan Ayo Peduli Sesama ingin terus mendorong gerakan berbagi yang berorientasi pada manfaat. Setiap bantuan diharapkan tidak berhenti pada proses penyerahan, tetapi dapat digunakan secara optimal untuk mendukung kebutuhan penerima.
Harapan itu sejalan dengan tujuan program “Sejuta Buku Sejuta Impian”, yakni membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal pengetahuan dan mengembangkan potensi mereka melalui kegiatan membaca.
Relawan Turut Menguatkan Gerakan Kepedulian terhadap Pendidikan
Pelaksanaan kegiatan donasi buku ini juga melibatkan relawan Annisa Syahidah dan Nathan Agung Wicaksono. Keterlibatan keduanya menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menjalankan kegiatan sosial dan mendukung penyaluran bantuan yang berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.
Bagi Annisa Syahidah, kegiatan berbagi buku merupakan salah satu cara untuk ikut mendukung semangat belajar anak-anak. Buku yang disalurkan diharapkan tidak hanya menambah koleksi perpustakaan, tetapi juga membuat anak-anak semakin tertarik untuk membaca dan menemukan pengetahuan baru.
“Menurut saya, berbagi buku adalah langkah sederhana yang bisa membawa manfaat besar. Semoga buku-buku ini dapat menambah semangat adik-adik untuk membaca, belajar, dan berani memiliki impian yang tinggi. Saya berharap semakin banyak orang yang tergerak untuk berbagi karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, dapat berarti bagi orang lain,” ujar Annisa Syahidah.
Sementara itu, Nathan Agung Wicaksono memandang keterlibatan dalam kegiatan sosial sebagai kesempatan untuk belajar tentang kepedulian dan pentingnya mengambil peran dalam membantu sesama.
“Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa kepedulian tidak harus menunggu sampai kita memiliki sesuatu yang besar untuk diberikan. Selama ada niat baik dan kemauan untuk bergerak bersama, kita bisa ikut menghadirkan manfaat. Semoga donasi buku ini dapat membantu perpustakaan SDN Cibereum 1 dan menjadi penyemangat bagi adik-adik untuk terus belajar serta mengejar cita-cita mereka,” tutur Nathan Agung Wicaksono.
Keterlibatan para relawan menunjukkan bahwa gerakan sosial membutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong. Dukungan tidak selalu harus berupa materi. Waktu, tenaga, perhatian, dan kesediaan untuk terlibat juga merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Gerakan Ayo Peduli Sesama, keterlibatan relawan sejalan dengan semangat menumbuhkan kepedulian sosial. Gerakan berbagi tidak hanya bertujuan menghadirkan manfaat bagi penerima, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar bekerja sama dan berkontribusi.
Dukungan terhadap pendidikan dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menyumbangkan buku yang masih layak baca, membantu menyalurkan bantuan, atau mengajak lebih banyak orang untuk peduli merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Ketika langkah-langkah tersebut dijalankan bersama, kepedulian tidak lagi menjadi urusan satu orang atau satu lembaga. Kepedulian dapat tumbuh menjadi gerakan kolektif yang memiliki tujuan lebih luas, yaitu menghadirkan manfaat bagi sesama.
“Sejuta Buku Sejuta Impian”, Ketika Buku Menjadi Jalan Menuju Masa Depan
Nama “Sejuta Buku Sejuta Impian” mengandung pesan bahwa buku dapat membuka banyak kemungkinan bagi masa depan anak-anak.
Satu buku dapat memperkenalkan seorang anak kepada profesi yang belum pernah diketahuinya. Buku lain dapat membantunya memahami alam, mengenal sejarah, atau mempelajari kehidupan masyarakat di tempat yang jauh dari lingkungannya. Ada pula bacaan yang dapat menumbuhkan keberanian untuk bermimpi dan keyakinan untuk terus belajar.
Tidak semua anak memiliki pengalaman, lingkungan, dan akses pengetahuan yang sama. Karena itu, penyediaan bahan bacaan menjadi salah satu cara untuk memperluas kesempatan mereka dalam mengenal dunia.
Melalui buku, anak-anak dapat menemukan informasi baru tanpa harus meninggalkan ruang sekolah. Mereka dapat membaca tentang berbagai peristiwa, memahami sudut pandang yang berbeda, dan mengembangkan imajinasi melalui cerita.
Kebiasaan membaca juga dapat membantu anak membangun kedisiplinan dalam belajar. Ketika membaca dilakukan secara konsisten, anak berkesempatan memperkaya kosakata, melatih pemahaman, dan membiasakan diri mengikuti alur pemikiran secara teratur.
Meski demikian, tumbuhnya budaya literasi tidak terjadi hanya karena buku tersedia di rak perpustakaan. Lingkungan yang mendukung, pendampingan guru, serta dorongan dari keluarga juga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan membaca.
Oleh sebab itu, donasi buku perlu dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung pendidikan. Buku menyediakan sumber bacaan, sedangkan sekolah dan keluarga dapat membantu anak menjadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.
Dalam konteks SDN Cibereum 1, bantuan ini diharapkan menjadi tambahan dukungan bagi perpustakaan sekolah. Pemanfaatan buku dalam kegiatan literasi sehari-hari selanjutnya dapat membantu memperluas manfaat donasi bagi para peserta didik.
Tidak ada jaminan bahwa satu buku akan langsung mengubah kehidupan seorang anak. Namun, kesempatan membaca dapat menjadi salah satu langkah yang membantu anak mengenali potensinya, memperluas wawasan, dan menyusun cita-cita dengan lebih percaya diri.
Dari satu kesempatan membaca, dapat tumbuh pertanyaan baru. Dari pertanyaan tersebut, anak terdorong mencari jawaban. Proses sederhana inilah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan belajar sepanjang hayat.
Di balik kegiatan donasi buku, tersimpan harapan agar anak-anak tidak hanya memperoleh tambahan bacaan, tetapi juga semakin dekat dengan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Kepedulian terhadap Pendidikan Merupakan Tanggung Jawab Bersama
Pendidikan bukan hanya urusan sekolah, guru, dan orang tua. Masyarakat juga memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Dukungan tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang berkontribusi melalui tenaga dan keahlian, ada yang mendampingi kegiatan belajar, dan ada pula yang menyalurkan buku atau sarana pendidikan lainnya.
Setiap bentuk kontribusi memiliki nilai ketika diberikan sesuai kebutuhan dan dikelola dengan baik.
Donasi buku di SDN Cibereum 1 menjadi contoh bagaimana kepedulian terhadap pendidikan dapat diwujudkan melalui langkah yang sederhana. Bantuan berupa buku diarahkan untuk mendukung kebutuhan literasi perpustakaan sehingga manfaat yang diharapkan berkaitan langsung dengan kegiatan belajar para siswa.
Kegiatan seperti ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat bahwa berbagi tidak selalu harus menunggu seseorang memiliki sumber daya yang besar. Buku yang masih layak baca, misalnya, dapat memiliki nilai manfaat ketika disalurkan kepada pihak yang membutuhkan dan sesuai dengan kebutuhan penerima.
Tentu saja, donasi buku perlu memperhatikan kondisi dan relevansi bahan bacaan. Buku yang layak digunakan, sesuai dengan usia anak, serta mendukung tujuan pembelajaran akan lebih bermanfaat bagi sekolah penerima.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan berbagi dapat berjalan lebih terarah. Bantuan bukan sekadar berpindah tangan, melainkan menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan yang nyata.
Gerakan Ayo Peduli Sesama memandang kepedulian sebagai sesuatu yang perlu diwujudkan melalui tindakan. Semangat membantu sesama tidak berhenti pada rasa iba atau keinginan untuk berbuat baik, tetapi diteruskan menjadi langkah konkret yang dapat memberikan manfaat.
Dalam bidang pendidikan, langkah itu dapat berupa dukungan terhadap literasi, penyediaan perlengkapan belajar, atau bentuk bantuan lain yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik.
Ketika semakin banyak pihak mengambil bagian, ikhtiar mendukung pendidikan dapat dilakukan secara lebih luas. Sekolah memperoleh dukungan, anak-anak mendapatkan kesempatan belajar, dan masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang lebih berpengetahuan.
Apresiasi untuk Para Donatur, Kebaikan yang Diharapkan Terus Mengalir
Setiap kegiatan donasi tidak dapat dilepaskan dari kepercayaan dan kepedulian pihak-pihak yang bersedia berbagi.
Di balik buku yang sampai ke sekolah, ada niat baik yang ingin menghadirkan manfaat bagi anak-anak. Kontribusi para donatur menjadi bagian penting dalam mendukung terlaksananya kegiatan sosial, termasuk program donasi buku “Sejuta Buku Sejuta Impian”.
Dukungan tersebut layak mendapatkan apresiasi karena memberikan kesempatan bagi lebih banyak pihak untuk ikut berperan dalam kegiatan yang bermanfaat.
Pihak penerima juga menyampaikan doa bagi para donatur yang telah mengambil bagian dalam kebaikan ini.
“Semoga para donatur diberikan keberkahan, kelancaran rezeki dan dimudahkan dalam segala urusan.”
Doa tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar kebaikan yang telah diberikan membawa kebermanfaatan bagi semua pihak.
Dalam semangat berbagi, nilai sebuah bantuan tidak semata-mata ditentukan oleh besar atau kecilnya jumlah yang disalurkan. Kesediaan untuk peduli, ketulusan dalam membantu, dan kesungguhan memastikan bantuan sampai kepada pihak yang membutuhkan merupakan hal-hal yang patut dijaga.
Buku yang disalurkan hari ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh para siswa. Setiap kali buku tersebut dibaca, ada kesempatan bagi seorang anak untuk memperoleh pengetahuan baru. Ketika buku digunakan secara bergantian, manfaatnya berpotensi menjangkau lebih banyak pembaca.
Harapan tersebut menjadi alasan mengapa dukungan terhadap literasi layak diteruskan. Pendidikan merupakan perjalanan panjang, dan kebutuhan untuk belajar akan terus hadir seiring bertambahnya usia serta berkembangnya kemampuan anak.
Gerakan Ayo Peduli Sesama mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak harus selalu dimulai dengan sesuatu yang besar. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan tepat sasaran pun dapat menjadi bagian dari perubahan yang berarti.
Gerakan Ayo Peduli Sesama Mengajak Masyarakat Terus Berbagi
Kegiatan donasi buku “Sejuta Buku Sejuta Impian” di SDN Cibereum 1, Kota Bogor, pada Rabu, 14 Oktober 2026, menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap pendidikan dapat diwujudkan melalui berbagai cara.
Bantuan ini ditujukan untuk mendukung literasi perpustakaan sekolah, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yang belajar di sana. Respons positif dari pihak penerima, terutama mengenai proses pengajuan hingga pengantaran yang berjalan cepat, turut menjadi bagian dari catatan kegiatan ini.
Lebih jauh, kegiatan tersebut membawa pesan bahwa buku memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan belajar. Ketika akses terhadap bahan bacaan didukung, anak-anak memperoleh tambahan sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan dalam perjalanan pendidikan mereka.
Namun, upaya mendukung pendidikan tidak berhenti pada satu kegiatan. Masih ada berbagai kebutuhan sosial yang memerlukan perhatian dan kerja sama banyak pihak.
Melalui Gerakan Ayo Peduli Sesama, masyarakat diajak untuk mengambil bagian dalam gerakan kepedulian yang berorientasi pada manfaat. Setiap orang dapat berkontribusi sesuai kemampuan, termasuk dengan mendukung program literasi, pendidikan, dan kegiatan sosial lainnya.
Bagi Ayah Bunda yang memiliki buku layak baca dan ingin menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan, atau ingin mengetahui program donasi yang sedang dijalankan, langkah pertama dapat dimulai dengan menghubungi tim Gerakan Ayo Peduli Sesama.
Mari bersama-sama membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak untuk belajar, membaca, dan mengembangkan impian mereka. Sebab, kepedulian bukan sekadar rasa, melainkan aksi nyata yang menghadirkan manfaat bagi sesama.
AYO AMBIL BAGIAN DALAM KEBAIKAN!
Ayah Bunda dapat menghubungi Gerakan Ayo Peduli Sesama melalui WhatsApp 0813 1506 4080atau mengunjungi situs resmi https://ayopedulisesama.com untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai program donasi dan kegiatan sosial.
Bersama kita peduli, bersama kita berbagi, bersama kita menguatkan sesama. Semoga setiap buku yang dibagikan menjadi jalan bertambahnya ilmu, tumbuhnya harapan, dan lahirnya impian-impian baru bagi generasi penerus bangsa.
