Penutupan Kegiatan Laskar Langit Leadership Camp 2025

0
Rate this post

Laskar Langit Leadership Camp — Suasana pagi di Aula Gedung Fananie, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Depok, pada Rabu (3/9/2025) terasa berbeda. Sebanyak 16 santri yatim peserta Laskar Langit Leadership Camp 2025 berkumpul untuk menghadiri penutupan rangkaian kegiatan yang telah mereka jalani beberapa hari terakhir.

Kegiatan ditutup secara resmi dengan sambutan dari Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Dr. Awaluddin Faj, M.Pd. Dalam kesempatan itu, ia memberikan pesan yang sarat makna kepada para santri, agar momentum pendidikan ini menjadi titik awal pembentukan karakter dan kepemimpinan mereka di masa depan.

Ajak Santri Maksimalkan Kesempatan Beasiswa

Dalam sambutannya, Dr. Awaluddin menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan melalui program beasiswa di Primago. Menurutnya, beasiswa bukan sekadar fasilitas, melainkan amanah yang harus dijalani dengan kesungguhan.

“Manfaatkan kesempatan beasiswa dan maksimalkan yang didapat. Kalau tidak dimaksimalkan, kesempatan ini bisa saja kami kembalikan kepada orang tua kalian,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh kehangatan.

Ia menambahkan, para santri perlu menyadari bahwa banyak pihak yang telah berkorban agar mereka bisa mendapatkan kesempatan ini. Karena itu, tanggung jawab untuk belajar dengan sungguh-sungguh menjadi sebuah keniscayaan.

Tempat Donasi Jakarta Selatan

Menjadi Estafet Selanjutnya dari Primago

Lebih jauh, ia menggambarkan para santri Laskar Langit sebagai generasi penerus estafet perjuangan di Primago. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan pesantren akan bergantung pada kualitas para santri saat ini.

“Anak-anak Laskar Langit ini adalah estafet selanjutnya dari Primago,” kata Awaluddin.

Ia mengajak para peserta untuk membangun kesadaran bahwa mereka memikul harapan besar, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi masa depan lembaga.

Menanamkan Nilai Kepedulian

Salah satu pesan kunci yang disampaikan adalah tentang pentingnya memiliki nilai kebermanfaatan bagi sesama. Ia mengutip sebuah hadits populer yang berbunyi “khairunnas anfauhum linnas” — sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Pesan ini menjadi landasan bahwa setiap ilmu dan keterampilan yang diperoleh para santri kelak, harus kembali disalurkan untuk memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Tegas soal Tanggung Jawab dan Perilaku

Dalam kesempatan itu, Awaluddin juga memberi peringatan agar para santri tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Jika kesempatan tersebut tidak dimaksimalkan dan terjadi pelanggaran serius, pihak pesantren akan mengembalikan mereka kepada orang tuanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga ucapan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jaga lisannya. Ucapkan yang baik-baik. Seorang pemimpin dinilai dari kata-katanya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para santri berupaya menjadi teladan yang baik di mana pun berada, karena karakter kepemimpinan bukan dibangun dari penampilan, tetapi dari sikap sehari-hari.

Bangkit dari Kesederhanaan, Fokus pada Belajar dan Ibadah

Dalam bagian lain sambutannya, Awaluddin memotivasi para santri agar tidak minder dengan latar belakang keluarga sederhana.

“Kita lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Masa kita tidak mampu menjadi orang yang luar biasa?” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menyeimbangkan aspek intelektual dan spiritual.

“Fokus belajar, fokus ibadah. Jangan berat sebelah. Ilmu tanpa ibadah kering, ibadah tanpa ilmu tidak membimbing,” tuturnya.

Visi Besar: Survive Ilman, Khuluqan, Adaban

Sebagai penutup sambutan, Awaluddin menyampaikan visi besar Primago untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga unggul secara akhlak dan adab.

“Primago berhasil jika kita bisa mengantarkan kalian survive ilman, khuluqan, adaban. Jadikan guru-guru di sini sebagai orang tua kalian,” ucapnya.

Ia menyebutkan bahwa keberhasilan Primago bukan hanya diukur dari jumlah siswa, tetapi dari kualitas lulusan yang mampu bertahan dan berkontribusi di tengah tantangan zaman. Ia pun berharap kelak akan lahir “ribuan Primago” yang membawa perubahan bagi masyarakat.

Pembagian Santunan untuk 16 Santri Yatim

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 16 santri yatim peserta Laskar Langit Leadership Camp 2025. Momen tersebut berlangsung haru dan penuh kehangatan. Para santri menerima santunan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan agar terus semangat menempuh pendidikan.

Santunan ini juga menjadi simbol kepedulian dan nilai kebersamaan yang terus dijaga di lingkungan pesantren.

Harapan Baru dari Laskar Langit

Penutupan kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian Laskar Langit Leadership Camp 2025, sekaligus menjadi titik awal bagi para santri untuk mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan yang telah mereka pelajari. Raut wajah para peserta tampak sumringah, membawa semangat baru untuk menapaki perjalanan panjang di dunia pendidikan.

Bagi pihak pesantren, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen dalam membentuk generasi santri yang berkarakter, tangguh, dan bermanfaat bagi sesama.

“Impian kami sederhana: kelak lahir ribuan santri Primago yang membawa manfaat bagi umat,” kata Awaluddin menutup sambutannya.

Ingin Dukung Program Beasiswa Santri?

Bagi masyarakat yang ingin ikut mendukung program pendidikan santri yatim di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, dapat menghubungi WhatsApp 0813-1506-4080 atau mengunjungi ayoPeduliSesama.com untuk informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa dan kegiatan sosial lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *