Sesi Leadership Camp Membangun Cita-Cita bersama Ust Kresna Eka Raharja
Sesi Leadership Camp — Senin (01/09/2025) di aula Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, 16 santri yatim penerima beasiswa PRIMAGO berkumpul antusias mengikuti sesi Vision Board. Acara ini dipandu oleh Kresna Eka Raharja, S.Th.i, M.Sos, Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago. Lebih dari sekadar membuat poster impian visual, sesi ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai: cita-cita bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk manfaat yang lebih luas.
Pembukaan: Menegaskan Nilai Kemanusiaan
Sesi dimulai dengan pengantar yang menggetarkan hati. Ustadz Kresna membuka dengan pepatah bahwa sebaik-baik manusia adalah yang berguna untuk orang lain. Kalimat sederhana yang langsung menyentuh nurani para santri. Dengan suara tegas tapi penuh kehangatan, ia menegaskan bahwa cita-cita bukan hanya soal meraih sesuatu untuk diri sendiri, melainkan juga tentang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Ungkapan ini bukan hanya retorika. Dalam suasana yang khidmat, para santri diajak merenung: apa fungsi impianmu terhadap orang lain? Apa jejak positif yang kau ingin tinggalkan? Pertanyaan-pertanyaan ini membuka ruang pemikiran baru, yang kadang luput dari perhatian ketika kita membayangkan masa depan.
Menata Visi, Merajut Masa Depan
Setiap santri diberi papan vision board, majalah, gunting, kertas warna, dan alat kreasi lain. Alat pendukung kreatif ini bukan hanya untuk hiburan — melainkan medium agar impian hadir dalam bentuk visual yang nyata.
Berikut inti pesan yang disampaikan Ust Kresna, dan diserap para santri:
-
Cita-cita yang Bermanfaat untuk Orang Lain
Menurut beliau, cita-cita yang sejati adalah yang tidak egois. Jangan menjadikan impian hanya untuk menaikkan status, mengumpulkan materi, atau keuntungan semata. Melainkan impian yang membawa dampak, membuka ruang kebaikan, dan mengangkat derajat orang lain. -
Jaminan Hidup Abadi: Contoh Sahabat Rasulullah SAW
Ustadz Kresna tak lupa mengaitkan aspirasi masa depan dengan teladan dari Islam. Ia menyebutkan sepuluh sahabat Rasulullah SAW yang hidupnya dijamin masuk surga sebagai bukti bahwa hidup yang memberi berkontribusi kepada kebaikan umat mendapatkan pahala dunia dan akhirat. Dengan begitu, santri diberi perspektif: manfaat dunia harus berkaitan dengan manfaat akhirat. -
Kemampuan Menentukan Mimpi
Ia mengajak para santri agar sejak sekarang mulai menentukan cita-cita dan mimpi mereka. “Jangan menunggu,” katanya, “karena impian adalah kompas menuju tindakan.” Santri diarahkan untuk menuliskan mimpi mereka, tidak hanya sebagai wish list, tetapi sebagai peta jalan untuk masa depan. -
Mengembangkan Skill Diri sebagai Bekal Impian
Tidak berhenti di mimpi, sesi ini juga membahas pentingnya mengidentifikasi dan mengembangkan kemampuan atau bakat diri. Skill yang dimiliki, menurut Ustadz Kresna, adalah alat utama untuk mewujudkan cita-cita. Santri dimotivasi untuk terus belajar, berlatih, dan membuka diri terhadap pengalaman baru.
Suasana dan Interaksi
Para santri kadang tertawa saat memilih gambar, terdiam saat menggali makna, dan sesekali terharu saat mendengarkan kisah sahabat Rasulullah. Ustadz Kresna berjalan mendatangi satu persatu, mendengarkan harapan santri, memberi masukkan personal, dan mendorong agar apa yang mereka tempel di vision board bukan hanya indah dipandang tapi punya makna.
Beberapa santri berbagi:
“Saya ingin jadi guru yang tak hanya mengajar ilmu, tapi juga mengajarkan empati,”
“Impian saya: membangun klinik gratis di kampung saya, agar anak-anak di sana tak takut sakit.”
Ustadz Kresna menyambut semua ungkapan itu dengan apresiasi. Karena menurutnya, vision board bukan sekadar seni; ia adalah refleksi tujuan hati dan niat luhur.
Refleksi dan Pesan Penutup
Menjelang akhir sesi, Ustadz Kresna mengajak santri membuat komitmen singkat: satu langkah nyata yang akan mereka lakukan dalam sebulan ke depan untuk mendekatkan diri kepada cita-cita mereka. Ada yang berjanji membaca buku, ada yang akan ikut kursus, ada yang mulai praktek bakti sosial.
Dia menutup sesi dengan kembali menyentuh tema: bahwa menjadi manusia yang berguna adalah tujuan hidup yang agung. “Jangan biarkan impianmu berhenti sebagai angan-angan. Jadikan impianmu tuhan pengerakmu untuk memberi manfaat,” ujar Ustadz Kresna, menggema di antara para santri.
Pentingnya Vision Board dalam Kepemimpinan
Vision board bukan hanya exercise kreatif; ia punya efek psikologis dan kepemimpinan:
-
Memvisualisasikan tujuan membantu otak mengenal dan mencari jalur pencapaian.
-
Meningkatkan motivasi karena impian yang dilihat secara visual lebih membakar semangat.
-
Menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial, ketika impian dikaitkan dengan manfaat bagi orang lain.
-
Mendorong aksi nyata, bukan hanya berharap, tapi bergerak dari titik sekarang ke depan.
Untuk santri yatim PRIMAGO, sesi ini juga memberi ruang untuk menyuarakan suara hati, menetapkan arah hidup, dan memperkuat tekad agar masa depan bukan hanya milik mereka sendiri, tetapi juga untuk siapa pun yang mereka sentuh.
Kesimpulan
Vision Board di Leadership Camp 2025 bukan hanya soal merancang poster mimpi; ia adalah ruang transformasi — dari mimpi menjadi tujuan, dari keinginan diri sendiri menjadi kontribusi bagi banyak orang. Di tangan Ustadz Kresna Eka Raharja, para santri diperlihatkan bahwa impian bermakna tidak harus besar di mata dunia, tapi besar di hati mereka yang menjalaninya sambil memberi manfaat.
👉 Hubungi WA: 0813-1506-4080
atau klik Website: ayopedulisesama.com untuk mendaftar dan mendapatkan update program-program inspiratif selanjutnya.


