Sesi Leadership Camp : Belajar Debat bersama Ustadz Chalifatu Syamsi

0
Rate this post

Leadership Camp 2025 – Suasana malam di aula Fananie Leadership Camp begitu berbeda. Tepat pukul 20.00 WIB, para peserta duduk rapi, sebagian masih membawa buku catatan, sebagian lain tampak antusias menunggu materi yang akan mereka terima. Malam itu, mereka tidak sekadar diajak merenung atau mendengar ceramah panjang. Kali ini, Ustadz Chalifatu Syamsi hadir untuk mengajak para peserta menekuni salah satu keterampilan yang sering kali luput dari perhatian: debat sebagai bagian dari kepemimpinan.

Debat Sebagai Seni Memimpin

“Pemimpin itu bukan hanya bisa memberi perintah. Pemimpin adalah orang yang berani menyampaikan pendapat, berpikir kritis, logis, serta mampu menghargai lawan bicaranya,” begitu penggalan kalimat pembuka dari Ustadz Alif.

Materi malam itu diberi tajuk Leadership Debat. Ustadz Alif menekankan bahwa debat bukan sekadar adu argumen. Lebih jauh dari itu, debat adalah ajang melatih keterampilan berpikir, kecakapan berbicara di depan umum (public speaking), dan kemampuan menyusun solusi atas masalah yang dihadapi.

Melatih Keberanian, Bukan Hanya Kata-Kata

Suasana semakin hangat ketika Ustadz Alif menekankan pentingnya keberanian menyampaikan pendapat. Di tengah era informasi seperti saat ini, sering kali banyak orang hanya menjadi “penonton” atau “pengikut arus.” Padahal, keberanian untuk berbicara, apalagi menyampaikannya dengan cara yang tepat, merupakan bekal penting untuk seorang pemimpin.

“Kalau kita hanya diam, bagaimana gagasan bisa hidup? Tapi jika bicara tanpa dasar, bagaimana orang lain mau percaya? Maka debat itu melatih keseimbangan antara logika dan keberanian,” ujarnya tegas.

Baca Juga :

Ini dia Tempat Terbaik untuk Wakaf Kendaraan Tepat Sasaran

Kritis, Logis, dan Sportif

Debat bukan berarti keras kepala atau memaksakan kehendak. Justru, menurut Ustadz Alif, debat yang sehat menuntut seseorang berpikir kritis dan logis. Setiap argumen harus dilandasi fakta, pengalaman, atau alasan yang jelas.

Lebih dari itu, sikap sportif dan menghargai lawan bicara adalah nilai utama. Sebab, dalam debat, lawan bicara bukanlah musuh. Mereka adalah mitra diskusi yang justru memperkaya cara pandang kita terhadap suatu persoalan.

“Debat yang baik selalu berakhir dengan saling menghargai. Kita bisa tidak setuju, tapi kita tetap bisa berlapang dada,” tambahnya.

Kritik yang Membangun Solusi

Satu poin menarik yang digarisbawahi malam itu adalah soal kritik. Menurut Ustadz Alif, kritik yang hanya menyalahkan tanpa memberi jalan keluar hanyalah keluhan. Pemimpin sejati, melalui debat, harus mampu memberikan solusi, bukan sekadar kritik.

Para peserta tampak manggut-manggut. Sebagian terlihat menulis cepat catatan di buku mereka, seakan tak mau kehilangan satu pun pesan penting dari materi ini.

Simulasi Debat: Pro vs Kontra

Sebagai penutup sesi, Ustadz Alif tidak hanya memberikan teori. Ia mengajak seluruh peserta turun langsung ke arena debat.

Para peserta dibagi menjadi empat tim, masing-masing diberi posisi pro dan kontra. Judul yang diangkat pun sederhana namun dekat dengan kehidupan sehari-hari:
“Mengisi Liburan Lebih Baik di Rumah atau di Luar Rumah?”

Tawa pecah ketika para peserta mulai saling melontarkan argumen. Kelompok pro “di rumah” menekankan bahwa liburan di rumah lebih hemat, nyaman, serta bisa mempererat hubungan keluarga. Sebaliknya, kelompok pro “di luar rumah” berargumen bahwa liburan di luar membuka wawasan baru, menambah pengalaman, serta memperkaya interaksi sosial.

Dalam suasana penuh semangat itu, semua nilai yang diajarkan tadi benar-benar terwujud: keberanian berbicara, berpikir kritis, logis, sportif, dan berusaha memberikan solusi.

Debat sebagai Laboratorium Kepemimpinan

Kegiatan malam itu menunjukkan satu hal penting: debat bukan sekadar “beradu kata.” Debat adalah laboratorium kepemimpinan. Di sana, seseorang belajar mengendalikan emosi, menyusun strategi, memilih kata-kata yang tepat, hingga menghargai lawan bicara.

Ustadz Chalifatu menutup sesi dengan kalimat yang mengendap di benak peserta:
“Pemimpin masa depan adalah mereka yang mampu berbicara dengan isi, bukan hanya suara.”

Suasana yang Menginspirasi

Ketika kegiatan berakhir, wajah-wajah muda itu tampak berseri. Ada rasa puas, ada juga semangat baru. Malam itu, mereka belajar bahwa kepemimpinan tidak hanya dibentuk melalui buku atau ceramah panjang. Kepemimpinan bisa tumbuh melalui perdebatan sehat yang melatih mental, logika, dan etika.

Salah seorang peserta mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya berbicara dalam forum debat. “Awalnya gugup sekali, tapi setelah mencoba, ternyata seru. Saya jadi belajar bagaimana cara mengatur kata-kata dan menghargai pendapat orang lain,” ucapnya sambil tersenyum.

Pentingnya Melatih Public Speaking di Usia Muda

Bagi anak-anak muda, kegiatan seperti ini sangat berharga. Public speaking bukan hanya keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan di era komunikasi terbuka.

Banyak pemimpin besar dunia lahir dari ruang-ruang debat. Mereka terbiasa melatih diri untuk berpikir cepat, menyampaikan gagasan dengan jelas, serta menjaga sikap dalam perbedaan.

Leadership Camp kali ini seakan menjadi miniatur ruang latihan kepemimpinan. Setiap peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman, tapi juga kepercayaan diri yang lebih besar.

Kegiatan Leadership Debat bersama Ustadz Chalifatu Syamsi adalah bagian dari rangkaian program Gerakan Ayo Peduli Sesama. Program ini dirancang untuk mencetak generasi muda yang berkarakter, berani berbicara, dan peduli pada lingkungan sekitarnya.

Dengan model pembelajaran partisipatif seperti ini, setiap peserta bukan hanya menjadi pendengar, melainkan aktor utama yang aktif.

Penutup

Malam itu menjadi saksi bahwa kepemimpinan dapat ditempa dalam forum sederhana. Dari sebuah perdebatan ringan soal liburan, lahir nilai besar tentang keberanian, sikap kritis, dan semangat menghargai perbedaan.

Dan mungkin, kelak di masa depan, salah satu dari mereka yang berdebat malam itu akan berdiri di panggung kepemimpinan yang lebih besar.

Apabila Anda ingin tahu lebih banyak tentang kegiatan inspiratif lainnya, atau ingin bergabung dalam gerakan kepedulian sosial yang membentuk generasi muda berkarakter, silakan hubungi kami melalui WhatsApp di 0813-1506-4080 atau kunjungi situs resmi kami di ayopedulisesama.com

Tempat Wakaf Kendaraan Bekas
Tempat Wakaf Kendaraan Bekas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *